Jumat, 04 November 2011

Senandung Atap Seng


Trok... trok… trok….
Hari ini hujan lagi.Suara air yang jatuh menerpa atap seng emper rumahku menemani istirahatku siang ini, setelah seharian sibuk memasukkan lamaran pekerjaan ke sejumlah sekolah di kotaku. Entah apa yang sedang terjadi di langit sana, sehingga di bulan September ini hujan masih membasahi bumi. Padahal, menurut guru IPS ku dulu, bulan September di Indonesia bisa dipastikan sedang musim kemarau. Mungkin saja, bulan September tahun ini, langit sedang gundah, segundah hatiku ini.
Ya, setiap ku mendengar suara hujan menerpa atap seng, jiwaku seolah-olah kembali ke masa lima tahun yang lalu, diiringi tidak beriramanya detak jantungku. Masa di mana dirimu mulai mengisi hari-hariku.Sebagaimana yang disenandungkan oleh atap seng…

Malang, awal Februari 2005

Musim hujan pertamaku di kota Malang, karena baru semester 2 kuliahku di kampus biru ini. Hawa dingin kota ini semakin menusuk bila musim hujan tiba. Apalagi bila hujan turun di malam hari, bisa dipastikan esok pagi aku dan teman-teman kost berangkat kuliah tanpa mandi terlebih dahulu. Ah, sebuah drama yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya.
Siang ini, awan hitam kembali menggelayut di atas kampusku. Para mahasiswa segera bergegas meninggalkan kampus untuk segera tiba di kostnya, dari pada kehujanan di tengah jalan. Namun tidak diriku.Ada satu laporan yang belum kuselesaikan. Padahal deadline-nya hari ini jam 3 sore. Mau tidak mau, aku harus menyelesaikannya kalau tidak ingin nilai akhirku nanti diberi D oleh pak Yogi, si dosen displin itu. Dan siang itu, mbak Vera, asisten dosen pak Yogi yang menunggu tugasku.
“Alhamdulillah… selesai juga.” ujarku sambil menghela nafas panjang. Ya, setelah mengerjakan selama hampir 2 jam, akhirnya kuselesaikan laporan praktikum itu. Segera kuringkas peralatan tulisku. Laporan segera kuserahkan kepada mbak Vera  sambil berpamitan pulang. “Hati-hati dik Bayu, hujan udah mau turun.Apa ndak nunggu sampai nanti sore aja, mungkin hujannya gak lama.” kata mbak Vera. “Ndak, Mbak terima kasih. Ada urusan lain di kostan.” jawabku tak mau berlama-lama.
Segera kutinggalkan ruang 205 itu. Kulirik arlojiku, sudah jam 14.15. Kupalingkan pandanganku ke luar kaca jendela, kulihat awan semakin hitam, mungkin dalam hitungan menit akan turun hujan yang sangat deras. Tak ada mahasiswa lagi di lantai 1. Segera ku mengayunkan langkah meninggalkan gedung H tempatku kuliah.
 Tes... tes… tes... Titik-titik gerimis sudah mulai menerpa wajahku. Kupercepat langkahku, karena jarak kostku masih jauh. Ah, baru sampai portal kampus, padahal aku sudah setengah berlari. Byur… Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya, diiringi angin yang lumayan besar. Aku berlari mencari tempat berteduh. Kulihat di pojok pertigaan, ada warung dengan emper sengnya. Aku segera lari kesana dan berteduh menghindari serbuan air hujan yang datang tiba-tiba.
Sial, belum sampai kost sudah deras, gumamku. Kulihat beberapa mahasiswi bergegas lalu-lalang di depanku sambil memakai payung untuk melawan hujan. Aku jadi ingat ibuku yang menyarankan aku bawa payung. “Bawa aja Le, nanti kalau di Malang hujan, kamu ndak kehujanan.” nasihat ibuku .“Emoh, Bu. Malu, kados cah wedok.” jawabku. Sekarang aku baru sadar, kalau nasihat ibu benar adanya.
Di tengah lamunanku, tiba-tiba sesosok tubuh wanita menabrak tubuhku…
Brukk…
Aku terhuyung. Untung masih bisa bersandar di tembok warung, namun siku tanganku terbentur kerasnya tembok… “Ukh…”, aku sedikit kesakitan.
“Aduh maaf Mas, gak bisa ngerem, lantainya licin…” kata pemilik tubuh yang menabrakku tadi sambil menguncupkan kedua tangannya. “Oh, gak pa-pa…” kataku untuk menenangkan suasanya sambil kubersihkan siku tanganku dari kapur tembok yang menempel.
Kulihat di depanku kini berdiri seorang mahasiswi yang separuh tubuhnya basah kuyup. Rupanya ia juga ingin berteduh, sebelum separuh tubuhnya lagi ikut basah.
Gadis itu mulai menyeka air-air yang membasahi tubuhnya. Kuperhatikan dia. Wajahnya manis, mengingatkanku pada artis Revalina S. Temat, hanya gadis ini agak sedikit sawo matang. Rambutnya lurus sebahu dibiarkan terurai, sehingga tetes-tetes air hujan mengalir melalui rambutnya. Tubuhnya tinggi… Ah, ngapain memperhatikan gadis itu, lebih baik menikmati kacaunya irama air hujan yang menabuh emper  warung ini yang tebuat dari seng.
“Mas, maaf beneran ya… Tadi aku terburu-buru…”si gadis kembali minta maaf. Rupanya dia masih merasa bersalah. “Oh, ya ndak pa-pa… Cuma terbentur dikit, nggak sakit kok.” jawabku.“Tapi mbak gak apa-apa juga ‘kan?” aku ganti bertanya. “Oh, ya mas, gak pa-pa… Untung aku tadi nabrak mas-nya, kalau ndak, aku tadi mungkin udah jatuh… Abis, lantainya basah mas, jadi licin… Sulit ngerem larinya…” jawabnya. Wah, tanya sedikit jawabnya panjang, batinku.
“Lho, mas nya kuliah di sini juga ya?”
“Oh… Iya”
“Jurusan apa?”
“Biologi”
“Program studi pendidikan?”
“He’eh.”, aku mengangguk.
“Wah, calon pak guru nih…”
“Insya Allah.” aku hanya tersenyum simpul.
“Oh ya, kita belum kenalan, namaku Sekar Ayu, mas. Aku jurusan Tata Boga, ambil D3 nya.”dia memperkenalkan diri. Tangannya menjulur ke arahku. Kusambut tangannya. Dingin, karena habis kena air hujan. “Bayu Saputra.” aku memperkenalkan diri.“Ooh, mas Bayu Saputra tho…” dia mengulangi namaku sambil tersenyum.
“Lho, mbak Sekar gak bawa payung?Cewek ‘kan biasanya payungan kalau hujan begini?” aku mulai berani bertanya.Rupanya Sekar Ayu ini anaknya supel dan senang diajak ngobrol.
“Ayu mas, biasanya aku dipanggil Ayu” dia mengoreksi panggilanku padanya.
“Ooo… Mbak Ayu…” aku hanya bisa tersipu.
“Jangan panggil mbak dong mas, aku Maba disini, baru semester 2, jadi barang bawaan masih belum lengkap, termasuk payung… Makanya tiap hujan mesti lari-lari…”lanjut Ayu.
 “Lho, sama dong, aku juga mahasiswa baru…Jadi gak usah panggil mas deh, Bayu aja” jawabku.
“Oh, gitu ya?”
“Iya.. Panggil Bayu aja”jawabku singkat.
“Bayu? Gak, ah… Nama kuno tuh… Saya panggil Bay aja ya?” ujar Ayu tersenyum sambil mengacungkan telunjuknya.
“Terserah deh…” aku seperti gak punya pilihan. “Tapi, kamu juga harus mau kupanggil Ay… Gimana?”tiba-tiba aku menemukan cara membalas perlakuannya.
“Mbales nih critanya…” Ayu tertawa kecil.“Emang kenapa kalau Ayu?Aku gak ‘ayu’ ya?” lanjutnya.
“Bukan aku lho ya yang ngomong…” sergahku.Kami pun tertawa bersama diiringi bunyi hujan yang semakin deras.
Masih sambil tertawa, kuperhatikan dan kunikmati ekspresi wajah Ay, cewek yang baru kukenal ini. “Gak Ay, kamu bukan gak ayu, tapi kamu lebih tepat kalau kusebut manis…” batinku. Benar! Ekspresi wajahnya benar-benar mampu menghadirkan kehangatan dalam jiwaku ditengah suasana dingin kota Malang siang ini. Dan bunyi air hujan yang menerpa atap seng emper warung pojok itu, seolah bersenandung dan mengiringi perkenalan kami.
Selanjutnya, aku dan Ay saling berbagi informasi, nomor HP, alamat kost, hingga urusan pribadi dan kuliah. Saat itu, kutemukan seorang sahabat yang di hari-hari berikutnya dalam kehidupan kami,akan saling berbagi suka dan duka.

Teng…! Teng…! Teng…!

Jam Junghans besar di rumah membangunkanku dari lamunan. Sudah jam 3 sore ternyata. Kulihat hujan di luar sudah mulai reda. Tinggal tetes-tetes kecil yang menghiasi sebelum benar-benar reda. Senandung atap seng pun mulai melirih. Membawaku kembali ke kehidupan nyata.
Aku bangun dari ranjangku. Kuregangkan sejenak otot-ototku yang kaku karena cukup lama kugunakan untuk tengkurap. Kubuka laci mejaku. Kuambil notes kecil di pojok laci. Jariku menari-nari membuka halaman demi halaman notes lusuh itu. “Ah, masih ada…” pekikku pelan.Ya, nomor HP yang dulu pernah dituliskan Ay ternyata masih ada, walaupun tintanya sudah mulai luntur.
Segera kuraih HP yang sedang di-charge di rak buku.Sudah full rupanya. Kutekan-tekan keypad HPku. Sudah lengkap nomor Ay tertulis di layar HP, 081334550018. Namun, mengapa jari ini begitu berat untuk menekan tombol telepon di HPku… Ah, bismillah… Kutekan juga tombol telepon di HPku.Ya, untuk pertama kalinya setelah 2 tahun kami putus komunikasi, kuhubungi lagi nomor itu.
“Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar area, silakan coba beberapa saat lagi. The number you are calling…”.Ah, kuputus suara operator yang belum selesai itu.
Ay… Di manakah kau saat ini? Bagaimana kabarmu setelah 2 tahun lalu kau tinggalkan aku, sahabatmu, untuk pulang ke Trenggalek, kampung halamanmu? Apa alasanmu dulu meninggalkan bangku kuliahmu? Padahal saat itu kau tinggal mengerjakan tugas akhirmu… Kau dulu tak pernah memberitahuku, dengan alasan urusan pribadi. Padahal biasanya kau sangat terbuka kepadaku.
Ay… Sahabatku… Aku rindu dirimu… Aku kangen motivasimu saat aku mengeluh akan tugasku. Aku kangen cerita-cerita indahmu saat aku bersedih. Aku kangen mengantarmu cari bahan dan alat masak untuk praktek kuliahmu. Aku kangen semua yang pernah kita lalui bersama, Ay... Aku sungguh kehilanganmu, Ay…
Semoga kau bahagia Ay… Di manapun kau berada… Sebahagia diriku, Bay, calon pak guru yang dulu sama-sama kehujanan di bawah atap seng emper warung pojok dekat kampus kita…

Probolinggo, Oktober 2011
Untuk Ay, sahabat terbaikku…

Kamis, 06 Oktober 2011

Membuat Kuis dengan Wondershare QuizCreator

Bagi Anda para guru, mengadakan tes atau ujian merupakan suatu hal yang kadang menjemukan dan membuat malas. Hal ini terjadi karena model soal yang pada umumnya pilihan ganda atau essay dituliskan begitu saja menggunakan kertas (yang kadang-kadang buram).Jika gurunya sudah kurang bersemangat, apalagi siswa kita yang mengerjakan, pasti lebih malas lagi... he..he..

Kemajuan teknologi menyediakan berbagai media untuk mempermudah kita dalam membuat media pembelajaran kita agar lebih menarik. Sebut saja Microsoft Power Point, Macromedia Flash, dan beberapa software lainnya. Mereka mampu meringankan tugas kita membuat presentasi dan tampilan pembelajaran yang lebih dinamis, efektif, dan menarik.
Beberapa hari yang lalu, saya iseng-iseng mencari software pembuat media pembelajaran berbasis IT yang mudah dan efektif. Beberapa software saya unduh dan saya install untuk saya coba. Hasilnya, hampir seluruhnya harus saya uninstall lagi dari laptop saya karena belum mampu memenuhi harapan saya. Dari sekian software yang lolos seleksi, saya sangat puas dengan software pembuat kuis yang bernama Wondershare QuizCreator.

Wondershare QuizCreator merupakan salah satu opsi alternatif dalam membuat perangkat tes yang interaktif. Banyak keunggulan software ini dibandingkan software sejenis lainnya, antara lain: user interface-nya mudah dipelajari, programnya mudah dijalankan, dan pastinya, hasilnya memuaskan. Berbagai model soal disediakan di sini. Pilihan ganda, betul-salah, menjodohkan, hingga soal uraian bisa dikerjakan oleh software ini. Gambar dan aneka media lainnya, termasuk suara kita, juga bisa dimasukkan untuk mempercantik soal yang kita buat.

Karena berbasis interaktif, maka software ini menyediakan berbagai feedback bagi siswa atas usaha mereka. Feedback-nya pun bisa positif, bisa juga bersifat negatif. Semuanya untuk memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu, ketika memasuki tahap publish, software ini menyediakan fasilitas send e-mail untuk mengirim hasil tes siswa ke alamat e-mail kita. 

Anda tertarik? Jangan khawatir, installer-nya sudah saya stored di layanan penyimpan file saya. Anda bisa mendownloadnya di link berikut:
Wondershare QuizCreator (ukuran file: 12,664 KB)

Masalahnya, file installer Wondershare QuizCreator itu masih program trial :( Kita harus beli lisensinya untuk bisa menikmati fasilitas full dari software ini. Tapi tenang, setelah mondar-mandir di situs-situs penyedia keygen, crack, dan SN untuk software-software berbayar, akhirnya saya dapat keygen untuk Wondershare QuizCreator ini. Anda dapat mendownloadnya di link berikut:

Jika ada broken link atau file-nya tidak bisa didownload, silakan Anda laporkan kepada saya melalui e-mail, maka akan saya bantu mengirima file yang Anda butuhkan lewat e-mail.

Nah, tunggu apa lagi? Ayo cepetan kita buat kuis... 

Minggu, 02 Oktober 2011

Syi'ir Tanpo Waton

Beberapa hari terakhir di Malang, saya selalu mendapat suguhan syi'ir tanpo waton yang katanya ciptaan almarhum KH. Abdurrahman Wahid yang dikumandangkan setiap pagi di stasiun radionya masjid Agung Kota Malang. Syi'ir itu berisi nasihat-nasihat tentang kehidupan kita sehari-hari. Berikut isi syi'ir tersebut yang merupakan tulisan ustadz saya dulu, Ust. Dafid Fuadi, dan saya dapatkan dari beberapa situs lain:


 أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *        وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *     يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *       يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2x …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)
Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2x …. (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2x …. (jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2x … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)
Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)
Baguse sangu mulyo matine 2x …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)
Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)
Ugo haqiqot manjing rasane 2x … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)
Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)
Den tancepake ing jero dodo 2x … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2x … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)
Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)
Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2x … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)
Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)
Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2x … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)
Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)
Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)
Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)
Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)
Ananging mulyo maqom drajate 2x … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)
Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)
Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)
Utuh mayite ugo ulese 2x… (utuh jasadnya juga kain kafannya)

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ       *          يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ       *           يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Banyak video syi'ir tanpo waton ini diunggah di YouTube, salah satunya dapat dilihat di sini.

Monggo sami-sami syi'iran... Mugi-mugi migunani...