Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Subhanallah... Air Juga Bisa Mendengar dan Melihat!

Suatu ketika, sekitar 12 tahun yang lalu, guru saya di SMA pernah menunjukkan kepada kami, sebuah gambar kristal air hasil foto menggunakan mikroskop elektron. Wow, saat itu saya begitu takjub dengan penampakan kristal yang begitu indah.Nah, belum hilang ketakjuban saya, guru saya tersebut menunjukkan gambar kedua, yaitu gambar kristal air yang katanya sudah diberi doa. Woow, saya takjub untuk yang kedua kalinya. Bagaimana tidak, kristal air itu nampak jauh lebih indah dari pada gambar yang pertama.

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya tiba-tiba teringat pada memori tersebut. Langsung saja, memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, saya browsing kesana-kemari untuk sekedar bernostalgia dengan gambar kristal air tersebut. Cukup lama dan butuh kesabaran untuk menemukan apa yang saya maksud, mengingat saya tidak bisa memilih keyword apa yang tepat untuk gambar yang saya maksud. Akhirnya, setelah buka sana-buka sini, download sana-download sini, saya menemukan kata kuncinya: MASARU EMOTO. Lho, koq..? Ya, Masaru Emoto.

Masaru Emoto
Masaru Emoto adalah seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang yang melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen.

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana.

Emoto menggunakan media suara dan tulisan dalam mengungkap bentuk kristal air yang telah dibekukan.. Berikut beberapa contoh hasil penelitiannya.

Kristal air "normal"

Mendengar
Saat diperdengarkan lagu yang nyaman didengar, misalnya alunan "Symphony No. 40 in G Minor" karya Mozart, maka kristal air berbentuk seperti ini:
Symphony No. 40 in G Minor
Namun, saat diperdengarkan lagu beraliran heavy metal, susunan kristal air berubah menjadi seperti ini:
Heavy Metal

Gambar berikut ini menunjukkan kristal air saat dikatakan CINTA:
Cinta
Sedangkan gambar berikut ini, bentuk kristal saat dikatakan SEDIH:
Sedih
Melihat
Kristal air ternyata juga bisa berubah ketika dituliskan sesuatu di botolnya, misalnya:
Saat dituliskan "Thank You" kristal air berbentuk indah seperti berikut:

Bandingkan saat botol ditulisi "You Make Me Sick. I will Kill You", kristal air berbentuk seperti ini:
Atau saat ditulisi "YOU FOOL" seperti foto berikut:

Saat dituliskan "BEAUTIFUL", kristal air berbentuk:

Sedangkan saat botol ditulisi "DIRTY", kristal air berbentuk seperti ini:

Nah, jika Anda menyuruh seseorang melakukan sesuatu dengan lembut seperti "Let's Do It", maka kristal air berbentuk:
Sedangkan jika kita meminta dengan menyuruh atau membentak, seperti "Do It!", maka kristal air juga berubah menjadi:

Bahkan, kristal air bisa berubah saat membaca nama orang. Berikut foto kristal air saat ditunjukkan nama orang baik, seperti "Bunda Teresa":
Bandingkan dengan saat ditunjukkan nama orang 'jahat' macam Adolf Hitler berikut:
Hal yang sama terjadi saat dilakukan perbandingan kata "ANGEL" dengan "DEVIL" seperti foto berikut:
Angel vs Devil
Sebenarnya masih banyak*foto tentang bentuk kristal air hasil percobaan Emoto. Sekitar 90 foto dapat dilihat di bukunya yang berjudul "Messages from Water".

Terakhir, Emoto juga sempat menguji bagaimana bentuk kristal air jika dikumandangkan lagu kebangsaan beberapa negara, termasuk Indonesia Raya. Mau tau gimana bentuknya? Simak di video berikut:

Bagaimana, menakjubkan bukan?
Nah, setelah melihat semua fenomena di atas, maka sudah sepantasnya kita berbuat baik kepada air, agar air yang kita gunakan mendatangkan manfaat baik bagi tubuh kita. Selain itu, hendaknya kita selalu berpikiran positif agar kehidupan kita tetap "sehat". Ingat, 80% tubuh kita tersusun dari air.

Sebagai penutup, saya mengingatkan satu ayat di Al-Qur'an surat Waqi'ah ayat 68-70: 
أَفَرَءَيْتُمُ الْمٓاءَالَّذِى تَشْرَبُوْنَ
"Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum."

ءَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
"Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?"

لَوْنَشَٓاءُ جَعَلْنٰهُ أُجَاجًافَلَوْلَاتَشْكُرُوْنَ
"Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?"


Subhanallah...

Jumat, 16 Desember 2011

Siapakah Suamimu di Surga Kelak?

Ah, lagi-lagi masalah wanita :) Ceritanya, beberapa waktu yang lalu seorang teman bertanya kepada saya. "Di surga nanti, kalau pria 'kan mendapatkan teman seorang bidadari. Bagaimana dengan wanita?", begitu dia bertanya. Belum sempat saya menjawab, dia bertanya lagi, "Apa mungkin nanti kita dipertemukan kembali dengan suami kita di surga?"


Hhmmmm.... Mungkin Anda para wanita juga sempat punya pertanyaan semacam itu. Lalu bagaimana jawabannya? Berikut sedikit penjelasan yang mungkin bisa sedikit membantu rasa penasaran Anda semua.


Sebenarnya masalah ini adalah masalah ghoib, artinya belum ada seorang pun yang pernah mengalaminya. Namun demikian, ada beberapa keterangan dari Al-Qur'an, Hadits, dan pendapat ulama' yang Insya Allah bisa menjelaskan hal tersebut. 

Ada beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan kehidupan wanita di dunia:
  1. Meninggal dunia sebelum menikah.
  2. Meninggal dunia setelah ditalak suaminya dan dia belum sempat menikah lagi sampai meninggal.
  3. Sudah menikah, hanya saja suaminya tidak masuk bersamanya ke dalam surga.
  4. Dia meninggal setelah menikah baik suaminya menikah lagi sepeninggalnya maupun tidak (yakni jika dia meninggal terlebih dahulu sebelum suaminya).
  5. Suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi sampai meninggal.
  6. Suaminya meninggal terlebih dahulu, lalu dia menikah lagi setelahnya.

Nah, ternyata setiap keadaan di atas memiliki ketentuan yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

  1. Untuk keadaan wanita pertama, kedua, dan ketiga, Allah SWT akan menikahkannya dengan lelaki yang memiliki keadaan yang sama, yaitu laki-laki yang meninggal sebelum menikah, laki-laki yang berpisah dengan istrinya lalu meninggal sebelum menikah lagi, dan laki-laki yang masuk surga tapi istrinya tidak masuk surga. Lho, koq begitu? Ya, karena perlu diketahui, laki-laki di dunia juga sama dengan keadaan wanita di dunia: di antara mereka ada yang meninggal sebelum menikah, di antara mereka ada yang mentalak istrinya kemudian meninggal dan belum sempat menikah lagi, dan di antara mereka ada yang istrinya tidak mengikutinya masuk ke dalam surga.
    Hal ini sesuai dengan isyarah dari Rasulullah SAW dalam haditsnya:
    ما في الجنة أعزب
    “Di surga, tidak ada orang yang tidak menikah.” (H.R. Ahmad dan Muslim)
  2. Untuk keadaan wanita keempat dan kelima, maka dia akan menjadi istri dari suaminya di dunia. Dasarnya sama dengan hadits di atas. Beberapa ulama' juga ada yang berpendapat bahwa suaminya untuknya nanti akan diganti dengan yang lebih baik. Maksudnya, suaminya sama tapi sifatnya menjadi lebih baik dibandingkan ketika di dunia.
  3. Untuk keadaan wanita keenam, ada dua pendapat. Yang pertama berpendapat bahwa wanita tersebut akan dibiarkan memilih suami mana yang dia inginkan atau yang paling sholih di antara mereka. Pendapat kedua, wanita tersebut akan dinikahkan dengan suami yang terakhir. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah SAW:
    أيما امرأة تُوفي عنها زوجها ، فتزوجت بعده ، فهي لآخر أزواجها
    “Wanita mana pun yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir.” (H.R. Thabrani; dinilai sahih oleh Al-Albani)
    Hal ini juga diperkuat oleh ucapan Hudzaifah R.A kepada istri beliau: “Jika kamu mau menjadi istriku di surga, maka janganlah kamu menikah lagi sepeninggalku, karena wanita di surga milik suaminya yang paling terakhir di dunia. Karenanya, Allah mengharamkan para istri Nabi untuk menikah lagi sepeninggal beliau karena mereka adalah istri-istri beliau di surga” (HR. Al-Baihaqi: 7/69/13199 )
Nah, begitulah jawaban singkat dari pertanyaan di atas. Jadi intinya, wanita akan tetap mendapatkan suami di surga nanti, baik suaminya sendiri, maupun orang lain yang dijodohkan/dipilihkan oleh Allah untuknya. Lega 'kan akhirnya, bahwa kita nantinya di akhirat tetap diberikan suami tergantung bagaimana keadaan kita di dunia. 

Sekarang, sebelum jauh-jauh berpikir siapa suami kita di surga kelak, marilah kita berpikir bagaimana caranya kita bisa masuk surga Allah, sehingga kita bisa menyongsong suami abadi kita kelak...

Wallahua'lam...

(Dirangkum dari berbagai sumber)

Senin, 05 Desember 2011

Baca Do'a Asyuro', Yuk...!

Ups, hampir lupa... Sekarang kan malam Asyuro'... Malam tanggal 10 Muharrom... Salah satu saat yang dianjurkan untuk berdo'a. Nah, mumpung belum terlambat, segera baca deh doa malam Asyuro'. Coba cermati artinya, Insya Allah bagus buat mengawal perjalanan hidup kita.


Berikut do'anya:

“Cukuplah Allah sebagai pengurusku, sebaik-baik tempat berserah, sebaik-baik penolong dan pembantu.” 

Doa di atas dibaca 70 kali, kemudian dilanjutkan baca doa di bawah ini sebanyak 7 kali.


"Maha Suci Allah sebanyak yang memenuhi mizan, penghujung ilmu, setinggi-tinggi keredhaan dan timbangan ‘Arasy, tiada tempat untuk mengadu dan meminta perlindungan daripada Allah melainkan kepadaNya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, sebanyak kalimah-kalimahNya yang sempurna semuanya. Aku memohon kepadaMu keselamatan dengan rahmatMu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihani. Tiada daya menghindari maksiat dan kekuatan melakukan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan adalah Dia cukup bagiku sebagai pengurus, sebaik-baik tempat berserah, sebaik-baik penolong dan pembantu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat ke atas Nabi kami, sebaik-baik makhluk-Nya, penghulu kami Muhammad SAW dan keluarga serta sahabat-sahabat Baginda SAW sekalian."

Selamat mengamalkan... Wallahua'lam...

Minggu, 04 Desember 2011

Yuk, Puasa 'Asyuro!

Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta'ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya:

  1. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda: " Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya." (H.R. Bukhari dan Muslim)
  2. Ibnu Abbas ra berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari 'Asyura dan bulan Ramadhan." (H.R. Bukhari dan Muslim)
  3. Ibnu Abbas ra berkata: Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya: "Hari apa ini?. Mereka menjawab: "ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda: "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian" Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim)
  4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata: Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata: "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda:"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan)." (H.R. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw. bersabda: "Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya."

Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini. Bagaimana berpuasa di bulan Asyura? Para Ulama berdasarkan riwayat-riwayat yang ada menjelaskan :
  • Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)
  • Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits
  • Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.

Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dalam hadis yang shahih, pada akhir hidup beliau sudah merencanakan untuk puasa pada tanggal 9, hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya.

Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi. Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain.

Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa, sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

Sumber: http://madinatulilmi.com

Sabtu, 03 Desember 2011

Ngagetin Orang Berujung Bencana (Video)

Ketika iseng-iseng browsing video untuk tugas kuliah, saya tidak sengaja menemukan sebuah video dari situs penyedia video YouTube. Apa yang ditampilkan sungguh membuat saya terhenyak, terdiam, dan bahkan membuat aktivitas makan malam saya terganggu

Inti cerita dari video tersebut bercerita tentang sebuah rencana 2 orang muda-mudi yang mengagetkan teman mereka di rumahnya sendiri. Rencana mereka berhasil, "si korban" sangat kaget. Namun, reaksi yang ditunjukkan "si korban" sangat jauh dari perkiraan mereka.

Mengagetkan teman. Hal tersebut sering kita temui di sekitar kita, bahkan kita mungkin juga pernah melakukan itu. Siswa-siswa saya di sekolah juga sering melakukan itu, biasanya saat ada teman mereka yang ulang tahun. Bahkan, di TV banyak reality show bertajuk "ngerjai" atau "ngagetin" orang semacam Super Trap, Jebakan Betmen, Play Boy Kabel, hingga Ups! Salah... 

Memang, sejauh yang saya tahu, secara hukum tidak ada yang melarang orang "ngerjai" atau "ngagetin" orang lain. Namun selama dalam batas wajar sih gak masalah, namun jika berlebihan menjadi suatu hal yang berbahaya dan mungkin bisa berbuah kriminal seperti pada video ini.

Bagi kita umat muslim, bercanda dengan mengagetkan sesama muslim dinilai haram oleh Rasulullah SAW. Kalau tidak salah, saya pernah membaca hal tersebut di Sunan Abu-Dawud, yang berbunyi:

 لَايَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
"Tidak halal bagi seorang muslim mengagetkan atau menakut-nakuti saudara semuslim lainnya"

Nah, pembaca... Mulai saat ini marilah kita lebih berhati-hati dalam bercanda dan bergurau. Jangan sampai gurauan kita berujung bencana seperti pada video ini.

Penasaran? Bagi Anda yang ingin melihat videonya, silakan dilihat  di sini.

Peringatan saya: video ini tanpa rekayasa atau jebakan, dan mengandung adegan yang mungkin tidak nyaman untuk dilihat, jadi siapkan diri Anda sebelum menontonnya.

Wallahua'lam....

Jumat, 25 November 2011

Doa di Tahun Baru Hijriyah

Tidak terasa, perjalanan kita di tahun 1432 H sudah hampir berakhir. Besok Ahad (27/11), kita sudah memasuki tanggal 1 Muharrom 1433 H. Tak terasa pula, usia kita semakin berkurang, dan semakin dekat kita dengan kematian kita. 


Berbeda dengan tahun baru masehi yang berpedoman pada masa edar matahari, pergantian tahun Hijriyah berpedoman pada peredaran bulan, sehingga bulan baru datang saat terbenamnya matahari. Jadi, 'perayaan' tahun baru Hijriyah lebih tepatnya dilakukan setelah maghrib hari Sabtu (26/11) besok.


Nah, dalam rangka menyambut tahun baru 1 Muharroh 1433 H esok, saya ingin mengingatkan kita semua untuk membaca doa akhir tahun dan doa awal tahun. Berikut saya jelaskan kedua doa tersebut.


Doa akhir tahun
Doa akhir tahun sebaiknya dibaca tiga kali ba'da sholat Ashar di hari terakhir bulan Dzulhijjah tepatnya pada tanggal 29 atau 30. Menurut beberapa keterangan ulama', dengan membaca doa akhir tahun maka kita memohon kepada Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa yang kita kerjakan satu tahun yang lalu. Dengan doa ini kita juga memohon kepada Allah SWT agar amal perbuatan kita yang baik selama setahun yang telah lewat dapat diterima Allah SWT. Dalam majmu' syarif juga disebutkan, jika seseorang membaca doa ini, maka syetan berkata, "Kesusahanlah bagiku dan sia-sialah pekerjaanku menggoda anak Adam pada satu tahun ini". Berikut doa akhir tahun tersebut:


Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. 
Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa awal tahun
Doa awal tahun sebaiknya dibaca tiga kali ba'da sholat Maghrib pada hari pertama bulan Muharrom, tepatnya tanggal 1 Muharrom. Dengan membaca doa ini kita memohon kepada Allah SWT agar selama satu tahun yang akan datang kita dilindungi dari godaan syetan, dapat melakukan banyak amal kebaikan, serta mendapat rahmat dan keselamatan dari Allah SWT. Dalam majmu' syarif disebutkan, jika seseorang membaca doa ini,  maka syetan berkata, "Telah amanlah anak Adam ini dari padaku pada ini tahun karena bahwasannya Allah ta'ala telah mewakilkan dua malaikat memelihara akan dia dari pada fitnah syetan". Berikut doa awal tahun tersebut:
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni
ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam

Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Nah, itulah doa akhir dan awal tahun. Sebenarnya redaksional doa juga gak harus seperti itu. Ada beberapa macam doa lagi yang intinya kita mohon datangnya tahun baru ini mendatangkan kebaikan bagi kita semua. tentunya dengan ridho Allah SWT.

Wallahua'lam...

Selasa, 22 November 2011

Bahagianya menjadi Wanita

Beberapa kali saya disambati wanita tentang kodratnya sebagai WANITA. Saudara, teman kerja, teman kuliah, siswa, hingga istri saya pernah menyampaikan ini pada saya. Mungkin di luar yang saya ketahui, lebih banyak lagi wanita yang memiliki perasaan serupa.

Apa saja sambatan yang sempat mampir di telinga saya? Berikut sebagian sambatan yang (mungkin) Anda, para pembaca wanita, juga pernah berkeluh kesah karenanya:
1. Sulitnya menjaga aurat karena aurat wanita lebih banyak dari pada pria.
2. Wanita harus mengandung dan melahirkan.
3. Wanita harus taat kepada suaminya, sementara suami punya kuasa terhadap istrinya.
4. Ibadah wanita tidak sebanyak pria, karena wanita harus mengalami haid dan nifas.
5. Wanita memiliki hak waris yang lebih sedikit daripada pria.

Hmmm.... Kalau melihat keluhan di atas sepertinya berat ya jadi wanita... Padahal masih ada lagi beberapa keluhan yang pernah saya baca di rubrik konsultasi beberapa media, misalnya tentang kekuatan talak yang dimiliki pria terhadap wanita, hak-hak wanita dalam beberapa hal yang tidak sebanyak pria, dan beberapa hal lainnya.

Menanggapi itu, saya selalu 'membesarkan' hati para wanita yang sambatan itu dengan sekelumit ilmu dari pak Kyai di pondok dulu. Sampai sejauh ini, Alhamdulillah, para wanita itu 'puas' atas jawaban saya dan akhirnya menyadari kesalahannya yang merasa kurang bersyukur kepada Allah SWT.

Nah, beberapa waktu lalu, tidak sengaja saya membaca beberapa keluhan semacam itu muncul di status FB beberapa teman saya. Kebetulan juga, di rumah mertua ada tabloid Media Ummat yang pas membahas tentang hal itu. Klop dah. Akhirnya di sela-sela kesibukan merevisi proposal tesis, saya sempatkan menulis dan menyebarkan hal ini.

Sesungguhnya, jika wanita tahu betapa banyaknya hal yang bisa mereka dapatkan dan lakukan sebagai wanita, niscaya mereka akan bahagia dilahirkan sebagai wanita. Berikut sekelumit apa yang saya ketahui tentang wanita:
1. Wanita adalah makhluk yang berharga, sehingga wanita selalu dieman-eman, dijaga, dilindungi, dan diperlakukan secara hati-hati sebagaimana intan berlian yang mahal harganya. Dan siapakah yang rela melakukan itu semua? Pria!
2. Wanita memang wajib taat kepada suami. Tapi tahukah Anda jika lelaki juga wajib taat kepada ibunya 3 kali dari pada bapaknya?
3. Urusan warisan, wanita menerima lebih sedikit dari pada pria. Namun, semua warisan itu untuk dirinya. Sedangkan pria, harus membagi harta warisan itu untuk anak dan istrinya.
4. Hamil dan melahirkan adalah ibadah yang tak ternilai harganya, bahkan seluruh makhluk Allah mendoakannya setiap saat. Dan jika wanita tersebut meninggal saat melahirkan, Insya Allah satu tempat di syurga telah dijanjikan-Nya sebagai syahid.
5. Di akhirat kelak, seorang lelaki mempertanggungjawabkan 4 wanita: istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya. Dengan kata lain, seorang wanita dipertanggungjawabkan oleh 4 orang juga: suaminya, ayahnya, anak lelakinya, dan saudara lelakinya.
6. Wanita diberikan kebebasan memilih pintu syurga yang mana saja manakala Ia melakukan sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga kehormatannya.
7. Lelaki wajib jihad fi sabilillah, sementara bagi wanita, jika Ia taat sepenuhnya kepada suaminya, serta menunaikan kewajibannya kepada Allah, maka Ia mendapatkan pahala seperti orang yang berjihad.

Nah, bahagia 'kan dilahirkan sebagai seorang wanita? Saya jadi ingat sebuah kisah kuno dari Eropa, yang menyebutkan konon katanya Tuhan menciptakan wanita terlebih dahulu. Karena merasa bosan dan berat dalam mengerjakan tugas-tugasnya, Tuhan kemudian menciptakan pria untuk meringankan beban pekerjaan, menghibur, melindungi, dan menjaga wanita. Sebagai imbalannya, Tuhan berpesan kepada wanita untuk selalu menaati, memuji, dan melayani pria agar selalu mau melakukan tugasnya sebagai 'pembantu'. Ah, bisa-bisa saja...

Akhirnya, saya selalu berpesan untuk selalu bersyukur atas segala nikmat dari Allah sekecil apapun. Karena dengan kita besyukur, maka niscaya akan bertambah nikmat kita. Sebaliknya jika kita kufur terhadap nikmat-Nya, maka perhatikan Allah bersabda: "maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih" (QS. Ibrohim: 7).

Jadi, selamat ya, Anda dilahirkan sebagai wanita... Wallahua'lam...

Minggu, 02 Oktober 2011

Syi'ir Tanpo Waton

Beberapa hari terakhir di Malang, saya selalu mendapat suguhan syi'ir tanpo waton yang katanya ciptaan almarhum KH. Abdurrahman Wahid yang dikumandangkan setiap pagi di stasiun radionya masjid Agung Kota Malang. Syi'ir itu berisi nasihat-nasihat tentang kehidupan kita sehari-hari. Berikut isi syi'ir tersebut yang merupakan tulisan ustadz saya dulu, Ust. Dafid Fuadi, dan saya dapatkan dari beberapa situs lain:


 أَسْتَغْفِرُ اللهْ رَبَّ الْبَرَايَا     *    أَسْتَغْفِرُ اللهْ مِنَ الْخَطَايَا
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا نَافِعَا     *        وَوَفِّقْنِي عَمَلاً صَالِحَا

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ      *     يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ      *       يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Ngawiti ingsun nglaras syi’iran …. (aku memulai menembangkan syi’ir)
Kelawan muji maring Pengeran …. (dengan memuji kepada Tuhan)
Kang paring rohmat lan kenikmatan …. (yang memberi rohmat dan kenikmatan)
Rino wengine tanpo pitungan 2x …. (siang dan malamnya tanpa terhitung)

Duh bolo konco priyo wanito …. (wahai para teman pria dan wanita)
Ojo mung ngaji syareat bloko …. (jangan hanya belajar syari’at saja)
Gur pinter ndongeng nulis lan moco … (hanya pandai bicara, menulis dan membaca)
Tembe mburine bakal sengsoro 2x …. (esok hari bakal sengsara)

Akeh kang apal Qur’an Haditse …. (banyak yang hapal Qur’an dan Haditsnya)
Seneng ngafirke marang liyane …. (senang mengkafirkan kepada orang lain)
Kafire dewe dak digatekke …. (kafirnya sendiri tak dihiraukan)
Yen isih kotor ati akale 2x …. (jika masih kotor hati dan akalnya)

Gampang kabujuk nafsu angkoro …. (gampang terbujuk nafsu angkara)
Ing pepaese gebyare ndunyo …. (dalam hiasan gemerlapnya dunia)
Iri lan meri sugihe tonggo … (iri dan dengki kekayaan tetangga)
Mulo atine peteng lan nisto 2x … (maka hatinya gelap dan nista)

Ayo sedulur jo nglaleake …. (ayo saudara jangan melupakan)
Wajibe ngaji sak pranatane … (wajibnya mengkaji lengkap dengan aturannya)
Nggo ngandelake iman tauhide … (untuk mempertebal iman tauhidnya)
Baguse sangu mulyo matine 2x …. (bagusnya bekal mulia matinya)

Kang aran sholeh bagus atine …. (Yang disebut sholeh adalah bagus hatinya)
Kerono mapan seri ngelmune … (karena mapan lengkap ilmunya)
Laku thoriqot lan ma’rifate …. (menjalankan tarekat dan ma’rifatnya)
Ugo haqiqot manjing rasane 2x … (juga hakikat meresap rasanya)

Al Qur’an qodim wahyu minulyo … (Al Qur’an qodim wahyu mulia)
Tanpo tinulis biso diwoco … (tanpa ditulis bisa dibaca)
Iku wejangan guru waskito … (itulah petuah guru mumpuni)
Den tancepake ing jero dodo 2x … (ditancapkan di dalam dada)

Kumantil ati lan pikiran … (menempel di hati dan pikiran)
Mrasuk ing badan kabeh jeroan …. (merasuk dalam badan dan seluruh hati)
Mu’jizat Rosul dadi pedoman …. (mukjizat Rosul(Al-Qur’an) jadi pedoman)
Minongko dalan manjinge iman 2x … (sebagai sarana jalan masuknya iman)

Kelawan Alloh Kang Moho Suci … (Kepada Alloh Yang Maha Suci)
Kudu rangkulan rino lan wengi ….. (harus mendekatkan diri siang dan malam)
Ditirakati diriyadohi … (diusahakan dengan sungguh-sungguh secara ihlas)
Dzikir lan suluk jo nganti lali 2x … (dzikir dan suluk jangan sampai lupa)

Uripe ayem rumongso aman … (hidupnya tentram merasa aman)
Dununge roso tondo yen iman … (mantabnya rasa tandanya beriman)
Sabar narimo najan pas-pasan … (sabar menerima meski hidupnya pas-pasan)
Kabeh tinakdir saking Pengeran 2x … (semua itu adalah takdir dari Tuhan)

Kelawan konco dulur lan tonggo … (terhadap teman, saudara dan tetangga)
Kang podho rukun ojo dursilo … (yang rukunlah jangan bertengkar)
Iku sunahe Rosul kang mulyo … (itu sunnahnya Rosul yang mulia)
Nabi Muhammad panutan kito 2x …. (Nabi Muhammad tauladan kita)

Ayo nglakoni sakabehane … (ayo jalani semuanya)
Alloh kang bakal ngangkat drajate … (Allah yang akan mengangkat derajatnya)
Senajan asor toto dhohire … (Walaupun rendah tampilan dhohirnya)
Ananging mulyo maqom drajate 2x … (namun mulia maqam derajatnya di sisi Allah)

Lamun palastro ing pungkasane … (ketika ajal telah datang di akhir hayatnya)
Ora kesasar roh lan sukmane … (tidak tersesat roh dan sukmanya)
Den gadang Alloh swargo manggone … (dirindukan Allah surga tempatnya)
Utuh mayite ugo ulese 2x… (utuh jasadnya juga kain kafannya)

ياَ رَسُولَ اللهْ سَلاَمٌ عَلَيْكْ       *          يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَ الدَّرَجِ
عَطْفَةً يَّاجِيْرَةَ الْعَالَمِ       *           يَا أُهَيْلَ الْجُودِ وَالْكَرَمِ

Banyak video syi'ir tanpo waton ini diunggah di YouTube, salah satunya dapat dilihat di sini.

Monggo sami-sami syi'iran... Mugi-mugi migunani... 

Kamis, 17 Februari 2011

Mudahnya Mengikis Dosa

Setiap manusia pastilah pernah melakukan dosa dan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak. Hal tersebut tidak lepas dari kodrat manusia yang katanya tempatnya salah dan dosa. Bahkan setiap Nabi pun pernah melakukan kesalahan. Namun demikian tetaplah wajib bagi kita untuk menjaga anggota tubuh kita dari dosa.

Nah, bagaimana apabila kita telah terlanjur melakukan dosa? Yang pasti kita harus segera beristighfar, jiwa dan raga, dan berjanji dengan sungguh-sungguh untuk tidak mengulanginya di kemudian hari. Lalu, dosa yang terlanjur kita lakukan bagaimana?

Sesungguhnya Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Allah SWT telah memberikan kita banyak sekali hal yang apabila kita lakukan dapat melebur dosa-dosa kita yang telah lalu. Apa saja? Sulitkah?

Beberapa hadits berikut menunjukkan beberapa hal mudah yang dapat kita lakukan untuk mengikis dosa-dosa kita:
  • Rasulullah SAW bersabda: "Setiap dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, maka Allah SWT akan mengampuni mereka sampai mereka berpisah" (HR. Imam Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
  • Nabi SAW bersabda: "Ketika seorang hamba muslim atau mukmin berwudlu, dan membasuh wajahnya, maka keluarlah dosanya dari wajahnya bersama dengan air, atau bersama dengan tetes air yang terakhir. Ketika membasuh kedua kakinya, keluarlah dosa dari kedua kakinya itu bersama air, atau bersama tetes air yang terakhir, sampai dia benar-benar bersih dari semua dosa" (HR. Imam Malik, Muslim, dan Tirmidzi)
  • Dari Utsman, Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang menyempurnakan wudlu sebagaimana yang diperintahkan, maka sholat fardhu merupakan pelebur dosa yang terjadi di antaranya" (HR. Imam Ahmad)
  • Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah seratus kali sesudah tiap-tiap sholat fardhu, dan membaca tahlil seratus kali, membaca takbir seratus kali, maka diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan" (HR. Imam Nasa'i)
Masih banyak hadits-hadits yang menunjukkan betapa Allah SWT begitu sayang kepada kita sehingga begitu mudahnya kita bisa mengikis dosa-dosa kita. Bahkan ketika kita sakit pun merupakan hal yang bisa mengikis dosa kita. Rasulullah SAW pernah bersabda "Setiap orang yang ditimpa musibah seperti sakit sementara, sakit yang berkepanjangan, kebingungan, kesedihan, penderitaan, kegundahan, bahkan tertusuk duri sekalipun, maka Allah SWT akan menghapus kesalahan-kesalahannya" (HR. Imam Bukhari dan Muslim). Tentunya dibarengi dengan taubatan nasuha. Oleh karena itu, ayo kita kikis dosa-dosa kita selagi kita masih memiliki waktu hidup di dunia ini...

Wallahu a'lam...