Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Subhanallah... Air Juga Bisa Mendengar dan Melihat!

Suatu ketika, sekitar 12 tahun yang lalu, guru saya di SMA pernah menunjukkan kepada kami, sebuah gambar kristal air hasil foto menggunakan mikroskop elektron. Wow, saat itu saya begitu takjub dengan penampakan kristal yang begitu indah.Nah, belum hilang ketakjuban saya, guru saya tersebut menunjukkan gambar kedua, yaitu gambar kristal air yang katanya sudah diberi doa. Woow, saya takjub untuk yang kedua kalinya. Bagaimana tidak, kristal air itu nampak jauh lebih indah dari pada gambar yang pertama.

Nah, beberapa waktu yang lalu, saya tiba-tiba teringat pada memori tersebut. Langsung saja, memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini, saya browsing kesana-kemari untuk sekedar bernostalgia dengan gambar kristal air tersebut. Cukup lama dan butuh kesabaran untuk menemukan apa yang saya maksud, mengingat saya tidak bisa memilih keyword apa yang tepat untuk gambar yang saya maksud. Akhirnya, setelah buka sana-buka sini, download sana-download sini, saya menemukan kata kuncinya: MASARU EMOTO. Lho, koq..? Ya, Masaru Emoto.

Masaru Emoto
Masaru Emoto adalah seorang peneliti dari Hado Institute di Tokyo, Jepang yang melalui penelitiannya mengungkapkan suatu keanehan pada sifat air. Melalui pengamatannya terhadap lebih dari dua ribu contoh foto kristal air yang dikumpulkannya dari berbagai penjuru dunia, Emoto menemukan bahwa partikel molekul air ternyata bisa berubah-ubah tergantung perasaan manusia disekelilingnya, yang secara tidak langsung mengisyaratkan pengaruh perasaan terhadap klasterisasi molekul air yang terbentuk oleh adanya ikatan hidrogen.

Emoto juga menemukan bahwa partikel kristal air terlihat menjadi "indah" dan "mengagumkan" apabila mendapat reaksi positif disekitarnya, misalnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Namun partikel kristal air terlihat menjadi "buruk" dan "tidak sedap dipandang mata" apabila mendapat efek negatif disekitarnya, seperti kesedihan dan bencana.

Emoto menggunakan media suara dan tulisan dalam mengungkap bentuk kristal air yang telah dibekukan.. Berikut beberapa contoh hasil penelitiannya.

Kristal air "normal"

Mendengar
Saat diperdengarkan lagu yang nyaman didengar, misalnya alunan "Symphony No. 40 in G Minor" karya Mozart, maka kristal air berbentuk seperti ini:
Symphony No. 40 in G Minor
Namun, saat diperdengarkan lagu beraliran heavy metal, susunan kristal air berubah menjadi seperti ini:
Heavy Metal

Gambar berikut ini menunjukkan kristal air saat dikatakan CINTA:
Cinta
Sedangkan gambar berikut ini, bentuk kristal saat dikatakan SEDIH:
Sedih
Melihat
Kristal air ternyata juga bisa berubah ketika dituliskan sesuatu di botolnya, misalnya:
Saat dituliskan "Thank You" kristal air berbentuk indah seperti berikut:

Bandingkan saat botol ditulisi "You Make Me Sick. I will Kill You", kristal air berbentuk seperti ini:
Atau saat ditulisi "YOU FOOL" seperti foto berikut:

Saat dituliskan "BEAUTIFUL", kristal air berbentuk:

Sedangkan saat botol ditulisi "DIRTY", kristal air berbentuk seperti ini:

Nah, jika Anda menyuruh seseorang melakukan sesuatu dengan lembut seperti "Let's Do It", maka kristal air berbentuk:
Sedangkan jika kita meminta dengan menyuruh atau membentak, seperti "Do It!", maka kristal air juga berubah menjadi:

Bahkan, kristal air bisa berubah saat membaca nama orang. Berikut foto kristal air saat ditunjukkan nama orang baik, seperti "Bunda Teresa":
Bandingkan dengan saat ditunjukkan nama orang 'jahat' macam Adolf Hitler berikut:
Hal yang sama terjadi saat dilakukan perbandingan kata "ANGEL" dengan "DEVIL" seperti foto berikut:
Angel vs Devil
Sebenarnya masih banyak*foto tentang bentuk kristal air hasil percobaan Emoto. Sekitar 90 foto dapat dilihat di bukunya yang berjudul "Messages from Water".

Terakhir, Emoto juga sempat menguji bagaimana bentuk kristal air jika dikumandangkan lagu kebangsaan beberapa negara, termasuk Indonesia Raya. Mau tau gimana bentuknya? Simak di video berikut:

Bagaimana, menakjubkan bukan?
Nah, setelah melihat semua fenomena di atas, maka sudah sepantasnya kita berbuat baik kepada air, agar air yang kita gunakan mendatangkan manfaat baik bagi tubuh kita. Selain itu, hendaknya kita selalu berpikiran positif agar kehidupan kita tetap "sehat". Ingat, 80% tubuh kita tersusun dari air.

Sebagai penutup, saya mengingatkan satu ayat di Al-Qur'an surat Waqi'ah ayat 68-70: 
أَفَرَءَيْتُمُ الْمٓاءَالَّذِى تَشْرَبُوْنَ
"Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum."

ءَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ
"Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?"

لَوْنَشَٓاءُ جَعَلْنٰهُ أُجَاجًافَلَوْلَاتَشْكُرُوْنَ
"Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?"


Subhanallah...

Sabtu, 17 Desember 2011

Guliran Panjang Sejarah Kelereng

Pernah bermain kelereng? Ya, Anda pasti tidak asing lagi dengan permainan bola-bola kecil dari kaca tersebut. Dari jaman baheula dulu, kelereng telah menjadi permainan anak-anak dari berbagai kalangan. Begitu menyebarnya permainan ini hingga di setiap daerah memiliki julukan masing-masing, misalnya keneker atau neker (Jawa), gundu (Betawi), guli (Melayu), kaleci (Sunda), ekar (Palembang), atau setinan (Semarang).

Saking tuanya, asal-usul kelereng tidak diketahui secara pasti. Kelereng diperkirakan telah ada sejak peradaban Mesir kuno sekitar tahun 3000 SM. Saat itu kelereng berupa batu dan tanah liat. Kelereng 'tertua' koleksi The British Museum di London berasal dari tahun 2000-1700 SM. Kelereng tersebut ditemukan di Kreta pada situs Minoan of Petsofa. Beberapa sumber juga menyebutkan adanya peninggalan kelereng pada masa Indian di Amerika Utara yang juga berupa tanah liat.

Pada masa Rowami, permainan kelereng juga sudah dimainkan secara luas. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari festival Saturnalia, yang diadakan saat menjelang perayaaan Natal. Saat itu semua orang saling memberikan sekantung biji-bijian yang berfungsi sebagai kelereng tanda persahabatan. Salah satu penggemar kelereng adalah Octavian, yang kelak menjadi Kaisar Agustus. Saat itu permainan ini sudah mempunyai aturan-aturan "resmi". Seperti permainan-permainan Romawi lain, peraturan yang berlaku saat itu menjadi dasar permainan sekarang.

Penyebutan istilah untuk kelereng sendiri baru muncul sekitar abad ke-12. Saat itu orang Prancis menyebutnya bille, yang berarti bola kecil. Orang Belanda kemudian mengistilahkan knikkers. Ternyata istilah itulah yang diserap oleh anak-anak Jawa inlander hingga menjadi "neker". Bahkan, istilah neker tersebut juga sempat digunakan di New York pada abad ke-19.

Kelereng populer di Inggris dan negara Eropa lain sejak abad ke-16 hingga 19. Setelah itu baru menyebar ke Amerika. Bahan pembuatnya adalah tanah liat dan diproduksi besar-besaran. Tapi ukurannya tidak selalu sama. Ada yang seukuran kelereng yang biasa kita lihat saat ini, sampai ada yang sebesar buah duku. Dari banyak jenis permainan saat itu, yang benar-benar meluas hanya sembilan permainan, seperti hit and archboard, cherry pit, ringtaw, dan bridgeboard. Namanya boleh asing, tapi peraturan permainanya tak berbeda jauh dari yang dimainkan anak-anak di negeri kita. Seperti berusaha memukul kelereng taruhan di dalam lingkaran atau saling memukul kelereng lawan.

Jika saat ini istilah marbles yang dipakai secara umum untuk kelereng, itu dimulai di Inggris pada tahun 1694 ketika diperkenalkan batu kelereng dari marmer yang didatangkan dari Jerman yang disebut marble. Istilah ini kemudian lebih go international dari pada bowls atau knickers yang lebih dulu familiar di kalangan anak-anak Inggris saat itu.

Pada tahun 1864, di Jerman ditemukan teknologi pembuatan kelereng kaca. Penemuan ini membuat kelereng semakin berwarna mirip kembang gula atau permen. Begitu menariknya sampai-sampai pada saat itu dijauhkan dari anak-anak karena khawatir tertelan. Namun, keindahan yang ditawarkan oleh teknologi ini membuatnya semakin menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika. Namun, akibat Perang Dunia II, pengiriman mesin pembuat kelereng itu sempat terhenti dan masing-masing negara akhirnya harus mengembangkannya sendiri.

Meski terlihat indah, kelereng kaca bukan tergolong barang mahal. Kelereng yang terbuat dari marmer, disebut alley, tetap yang terbaik. Konon, kelereng jenis ini juga lebih akurat jika ditembakkan saat bermain. Namun, untuk taruhan dalam permainan, biasanya tetap digunakan kelereng murah, seperti dari keramik atau kaca.

Pada zaman modern saat ini, perkembangan kelerang sangat pesat walaupun bentuknya masih tetap seperti dahulu. Corak yang ditampilkan jauh lebih 'berwarna', mulai warna-warna dasar hingga lukisan. Bahan yang digunakan pun beragam, misalnya keramik, plastik, baja, hingga kayu. Bahkan, beberapa kolektor ada yang memiliki kelereng dari batu onyx atau akik, emas, hingga mutiara. Tapi semahal apa pun, untuk memainkannya tetap saja harus disentil dengan jari tangan.

[dari berbagai sumber]

Senin, 12 Desember 2011

Kisah Formalin, si Korban Salah Guna

Formalin. Anda pasti pernah mendengar nama bahan kimia ini. Ya, sama dengan saya, mungkin Anda punya pandangan buruk terhadap formalin jika Anda tahu penggunaan formalin sebagai bahan pengawet mayat. Pandangan negatif tersebut rasanya semakin buruk dengan semakin maraknya kasus makanan yang diawetkan menggunakan formalin ini. Namun, apakah sebegitu buruknya citra formalin di dunia pengetahuan? Berikut kisah formalin yang sering disalahgunakan manusia.

Formalin, yang nama ilmiahnya formaldehid sebenarnya sudah menyertai kehidupan kita sejak berabad-abad yang lalu. Dalam kadar kecil, formaldehid dapat kita temukan di alam sebagai gas. Formaldehid terbentuk dari pembakaran metana dan oksigen yang ada di atmosfer dengan bantuan sinar matahari. Formaldehid memiliki rumus kimia CH2O. Pada suhu kamar, formaldehid berbentuk gas dengan bau menusuk. Agar mudah digunakan, biasanya formaldehid dilarutkan di dalam air dengan kadar 30 – 40%. Larutan inilah yang sehari-hari kita kenal sebagai formol atau formalin .

Formaldehid menjadi perhatian sejak tahun 1859, saat itu Alexander Mikhailovich Butlerov, seorang ahli kimia berkebangsaan Rusia, secara tidak sengaja menemukan senyawa ini dalam sebuah eksperimennya. Namun metode pembuatan formaldehid sendiri baru ditemukan pada tahun 1868 oleh August Wilhelm Hofmann, seorang ahli kimia Jerman.

Manfaat awal formaldehid yang diketahui manusia adalah sebagai disinfektan dan pembasmi kuman. Selanjutnya, ketika para ahli anatomi mengetahui manfaat formaldehid sebagai pengawet mayat dengan cara menyuntikkan ke dalam pembuluh darah arteri, popularitasnya semakin tinggi. Penemuan fungsi formaldehid sebagai pengawet mayat memudarkan pamor minyak tetumbuhan, garam merkuri, dan arsenik yang biasa dipakai sebagai pengawet mayat sejak zaman Firaun. Selain itu, penemuan fungsi ini juga bermanfaat saat terjadi perang, di mana jenazah serdadu yang gugur dapat diawetkan agar tidak rusak hingga dibawa pulang.

Di mulai dengan penemuan formaldehid sebagai bahan pembuatan plastik sintesis oleh ilmuwan Belgia, Leo H. Baekeland, penemuan demi penemuan terus melengkapi manfaat formaldehid buat umat manusia. Hingga saat ini formaldehid dipakai di hampir semua barang keperluan sehari-hari, mulai dari plastik, kaca, lem, cat, pupuk, penyamak kulit, pengawet kayu, pengawet vaksin, obat penyakit kulit, film kamera, pewarna, hingga pasta gigi. Pendek kata, formaldehid tak bisa dipisahkan dari urusan kehidupan manusia.

Tidak hanya fungsi positif, formaldehid pada akhirnya 'terjerumus' ke dalam dunia hitam ketika mulai dipakai sebagai pengawet bahan makanan. Alasan para penyalahguna formaldehid ini jelas: harganya yang murah dan keampuhannya membunuh dalam bakteri pembusuk. Seiring dengan beragamnya produk bermanfaat yang menggunakan formaldehid, penggunaan formaldehid sebagai pengawet makanan juga semakin beragam. Tidak hanya bakso, saat ini di Indonesia penggunaan formaldehid mulai merambah berbagai macam produk makanan lainnya macam tahu, daging, mie, ikan, bahkan makanan ringan yang sering dikonsumsi anak-anak. Hal ini sebenarnya sangat dilarang oleh seluruh badan kesehatan di dunia karena sifatnya yang toksik. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya paparan dalam jangka waktu panjang di dalam tubuh manusia, bisa membuat jaringan dan sel-selnya cepat mengalami kematian.

Nah, itulah perjalanan panjang si formaldehid yang citranya sebagai zat yang berbahaya terbangun karena ulah manusia sendiri. Bagaimanapun, jika menilik sifatnya yang toksik, sudah selayaknya kita menghindari formaldehid terpapar dalam jumlah dan waktu yang banyak, agar tubuh kita tetap 'awet'...

Selasa, 06 Desember 2011

Jenis dan Bentuk Awan

Siang tadi (06/12), di sela-sela mengerjakan tugas kuliah, saya berencana memulai menulis cerpen sebagai pengendur ketegangan saraf. Kata demi kata mulai terketik di laptop membentuk satu paragraf pendahuluan. Memasuki paragraf kedua, saya sedikit mengalami gangguan. Ceritanya saya ingin menggambarkan suasana di tepi pantai ketika sore hari. Setting alam saat itu, rencananya adalah temaram senja di mana matahari tertutup awan. Nah, di situlah letak 'gangguan' yang saya alami. Bermaksud ingin membawa nuansa ilmiah dalam cerpen, saya bingung menulis jenis awan yang ingin saya ceritakan tadi: Cumulus atau Sirus? (dua jenis awan yang saya ingat saat belajar Geografi dulu)


Tak ingin memendam hasrat, saya pun browsing jenis awan yang bergantian menyelimuti bumi ini. Hasilnya, ternyata ada beberapa jenis awan berdasarkan penampakannya. Apa saja mereka? Nah, berikut jenis dan bentuk awan yang saya dapatkan dari hasil browsing tadi.


Stratus
Awan stratus berupa awan rendah yang seragam umumnya berwarna kelabu tetapi tidak menyentuh permukaan bumi. 

Cumulus
Awan cumulus pada umumnya mampat dan berbentuk gumpalan yang menjulang.


Cirrus
Awan cirrus tampak tersusun dari serat lembut dan halus berwarna putih mengkilap bagaikan sutera.

Altocumulus
Awan altocumulus berupa lapisan  berwarna putih atau kelabu yang terdiri dari unsur-unsur berbentuk bulatan pipih.

Altostratus
Awan altostratus berupa awan yang nampak berserat/seragam tapi berwarna kelabu/kebiruan menutupi sebagian/seluruh langit.


Cumulonimbus
Awan cumulonimbus merupakan awan yang sangat mampat dan padat menjulang tinggi menjadi gumpalan yang besar, pada awan ini dapat mengangkut 300.000 ton air biasa juga disebut awan badai.

Nimbostratus
Awan nimbostratus berupa lapisan awan yang seragam, luas dan berwarna kelabu tua.

Cirrocumulus
Awan cirrocumulus adalah lapisan awan yang terdiri dari unsur kecil menyerupai butir atau biji padi-padian tanpa bayangan seperti sirrus.

Cirrostratus
Awan cirrostratus tampak seperti tirai kelambu halus keputih-putihan. 

Stratocumulus
Awan stratocumulus berupa lapisan awan yang terdiri dari unsur bulatan pipih/memanjang berwarna kelabu. Masing-masing unsur dapat saling menyambung.


Nah, itu tadi beberapa jenis dan bentuk awan. Untuk informasi lebih lengkap tentang jenis dan bentuk awan di atas bisa Anda dapatkan dari beberapa situs penyedia informasi lainnya. Akhirnya, setelah saya timbang-timbang, rasanya awan stratocumulus sangat cocok untuk memberikan kesan temaramnya senja sebagai setting cerpen saya.


Ah, gara-gara cerpen jadi bisa berbagi ilmu... Alhamdulillah... :) Semoga bermanfaat...

Sabtu, 03 Desember 2011

Ngagetin Orang Berujung Bencana (Video)

Ketika iseng-iseng browsing video untuk tugas kuliah, saya tidak sengaja menemukan sebuah video dari situs penyedia video YouTube. Apa yang ditampilkan sungguh membuat saya terhenyak, terdiam, dan bahkan membuat aktivitas makan malam saya terganggu

Inti cerita dari video tersebut bercerita tentang sebuah rencana 2 orang muda-mudi yang mengagetkan teman mereka di rumahnya sendiri. Rencana mereka berhasil, "si korban" sangat kaget. Namun, reaksi yang ditunjukkan "si korban" sangat jauh dari perkiraan mereka.

Mengagetkan teman. Hal tersebut sering kita temui di sekitar kita, bahkan kita mungkin juga pernah melakukan itu. Siswa-siswa saya di sekolah juga sering melakukan itu, biasanya saat ada teman mereka yang ulang tahun. Bahkan, di TV banyak reality show bertajuk "ngerjai" atau "ngagetin" orang semacam Super Trap, Jebakan Betmen, Play Boy Kabel, hingga Ups! Salah... 

Memang, sejauh yang saya tahu, secara hukum tidak ada yang melarang orang "ngerjai" atau "ngagetin" orang lain. Namun selama dalam batas wajar sih gak masalah, namun jika berlebihan menjadi suatu hal yang berbahaya dan mungkin bisa berbuah kriminal seperti pada video ini.

Bagi kita umat muslim, bercanda dengan mengagetkan sesama muslim dinilai haram oleh Rasulullah SAW. Kalau tidak salah, saya pernah membaca hal tersebut di Sunan Abu-Dawud, yang berbunyi:

 لَايَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
"Tidak halal bagi seorang muslim mengagetkan atau menakut-nakuti saudara semuslim lainnya"

Nah, pembaca... Mulai saat ini marilah kita lebih berhati-hati dalam bercanda dan bergurau. Jangan sampai gurauan kita berujung bencana seperti pada video ini.

Penasaran? Bagi Anda yang ingin melihat videonya, silakan dilihat  di sini.

Peringatan saya: video ini tanpa rekayasa atau jebakan, dan mengandung adegan yang mungkin tidak nyaman untuk dilihat, jadi siapkan diri Anda sebelum menontonnya.

Wallahua'lam....

Kamis, 06 Oktober 2011

Membuat Kuis dengan Wondershare QuizCreator

Bagi Anda para guru, mengadakan tes atau ujian merupakan suatu hal yang kadang menjemukan dan membuat malas. Hal ini terjadi karena model soal yang pada umumnya pilihan ganda atau essay dituliskan begitu saja menggunakan kertas (yang kadang-kadang buram).Jika gurunya sudah kurang bersemangat, apalagi siswa kita yang mengerjakan, pasti lebih malas lagi... he..he..

Kemajuan teknologi menyediakan berbagai media untuk mempermudah kita dalam membuat media pembelajaran kita agar lebih menarik. Sebut saja Microsoft Power Point, Macromedia Flash, dan beberapa software lainnya. Mereka mampu meringankan tugas kita membuat presentasi dan tampilan pembelajaran yang lebih dinamis, efektif, dan menarik.
Beberapa hari yang lalu, saya iseng-iseng mencari software pembuat media pembelajaran berbasis IT yang mudah dan efektif. Beberapa software saya unduh dan saya install untuk saya coba. Hasilnya, hampir seluruhnya harus saya uninstall lagi dari laptop saya karena belum mampu memenuhi harapan saya. Dari sekian software yang lolos seleksi, saya sangat puas dengan software pembuat kuis yang bernama Wondershare QuizCreator.

Wondershare QuizCreator merupakan salah satu opsi alternatif dalam membuat perangkat tes yang interaktif. Banyak keunggulan software ini dibandingkan software sejenis lainnya, antara lain: user interface-nya mudah dipelajari, programnya mudah dijalankan, dan pastinya, hasilnya memuaskan. Berbagai model soal disediakan di sini. Pilihan ganda, betul-salah, menjodohkan, hingga soal uraian bisa dikerjakan oleh software ini. Gambar dan aneka media lainnya, termasuk suara kita, juga bisa dimasukkan untuk mempercantik soal yang kita buat.

Karena berbasis interaktif, maka software ini menyediakan berbagai feedback bagi siswa atas usaha mereka. Feedback-nya pun bisa positif, bisa juga bersifat negatif. Semuanya untuk memberikan motivasi kepada siswa. Selain itu, ketika memasuki tahap publish, software ini menyediakan fasilitas send e-mail untuk mengirim hasil tes siswa ke alamat e-mail kita. 

Anda tertarik? Jangan khawatir, installer-nya sudah saya stored di layanan penyimpan file saya. Anda bisa mendownloadnya di link berikut:
Wondershare QuizCreator (ukuran file: 12,664 KB)

Masalahnya, file installer Wondershare QuizCreator itu masih program trial :( Kita harus beli lisensinya untuk bisa menikmati fasilitas full dari software ini. Tapi tenang, setelah mondar-mandir di situs-situs penyedia keygen, crack, dan SN untuk software-software berbayar, akhirnya saya dapat keygen untuk Wondershare QuizCreator ini. Anda dapat mendownloadnya di link berikut:

Jika ada broken link atau file-nya tidak bisa didownload, silakan Anda laporkan kepada saya melalui e-mail, maka akan saya bantu mengirima file yang Anda butuhkan lewat e-mail.

Nah, tunggu apa lagi? Ayo cepetan kita buat kuis... 

Jumat, 27 Mei 2011

Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kemarin (26/05), saya iseng-iseng cari aplikasi kamus bahasa Inggris yang kompeten. Setelah tanya-tanya ke mbah Google, muncul beberapa link yang menunjukkan keberadaan kamus itu, dan akhirnya saya berhasil men-download-nya walaupun sebenarnya dulu pernah punya, tapi ilang entah ke mana...

Berhasil dapat buruan, saya iseng-iseng cari kamus bahasa Indonesia, masa' kamus bahasa Inggris dicari, bahasanya sendiri tidak... Alhamdulillah dapat, namanya KBBI v1.1. Langsung aja saya download dan saya coba pakai. Lumayan, bisa untuk membantu mengerti khazanah bahasa Indonesia yang sekarang sudah mulai terlupakan. Selain itu juga untuk menggantikan kehadiran KBBI yang asli (tau kan, saking tebalnya bisa buat bantal he..he..).
Ini dia tampilan program tersebut:


Anda mau download juga? Langsung saja download di sini.

Semoga bermanfaat...

Rabu, 16 Februari 2011

Monggo Ngaos Sareng...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil 'alamin... Pada hari ini, Rabu Kliwon, tanggal 16 Pebruari 2011, dengan sepenuh tekad saya mulai menggerakkan jari-jari saya di atas keyboard untuk menyusun huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat, hingga paragraf demi paragraf menjadi sebuah artikel atau sekedar 'coretan' melalui media blog ini.

Sungguh suatu kesombongan bila saya mengatakan bahwa tulisan-tulisan saya merupakan karya emas yang menjadi panutan dan sumber belajar, namun yang bisa saya lakukan hanyalah berusaha menampilkan tulisan-tulisan yang dapat bermanfaat bagi pembaca yang budiman sekalian...

Kumpulan tulisan ini saya beri tajuk "Monggo Ngaos Sareng"sebagai wujud tiadanya kesempurnaan dalam diri kita. Sesuai tajuk, marilah kita 'mengaji' bersama-sama apa yang ada dan terjadi di sekitar kita. Mengaji bukan berarti hanya ilmu agama,sehingga jangan memiliki persepsi isi blog ini hanya bab-bab agama. Insya Allah, semua ilmu yang bermanfaat bagi kita semua akan senantiasa menghiasi blog ini.

Terakhir, istiqomah adalah hal yang saya khawatirkan tidak dapat saya penuhi mengingat aktivitas saya dalam mencari ridho Allah SWT. Oleh karena itu, saya mohon do'a dari para pembaca sekalian, agar saya dapat selalu memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua. Amin ya Robbal 'Alamin...

Selanjutnya, monggo ngaos sareng...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Probolinggo, 16 Pebruari 2011

Hanafia Al Faruq, S.Pd