Senin, 05 Desember 2011

Baca Do'a Asyuro', Yuk...!

Ups, hampir lupa... Sekarang kan malam Asyuro'... Malam tanggal 10 Muharrom... Salah satu saat yang dianjurkan untuk berdo'a. Nah, mumpung belum terlambat, segera baca deh doa malam Asyuro'. Coba cermati artinya, Insya Allah bagus buat mengawal perjalanan hidup kita.


Berikut do'anya:

“Cukuplah Allah sebagai pengurusku, sebaik-baik tempat berserah, sebaik-baik penolong dan pembantu.” 

Doa di atas dibaca 70 kali, kemudian dilanjutkan baca doa di bawah ini sebanyak 7 kali.


"Maha Suci Allah sebanyak yang memenuhi mizan, penghujung ilmu, setinggi-tinggi keredhaan dan timbangan ‘Arasy, tiada tempat untuk mengadu dan meminta perlindungan daripada Allah melainkan kepadaNya. Maha Suci Allah sebanyak bilangan yang genap dan ganjil, sebanyak kalimah-kalimahNya yang sempurna semuanya. Aku memohon kepadaMu keselamatan dengan rahmatMu, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihani. Tiada daya menghindari maksiat dan kekuatan melakukan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Dan adalah Dia cukup bagiku sebagai pengurus, sebaik-baik tempat berserah, sebaik-baik penolong dan pembantu. Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat ke atas Nabi kami, sebaik-baik makhluk-Nya, penghulu kami Muhammad SAW dan keluarga serta sahabat-sahabat Baginda SAW sekalian."

Selamat mengamalkan... Wallahua'lam...

Minggu, 04 Desember 2011

Yuk, Puasa 'Asyuro!

Di bulan Muharram ini terdapat sebuah hari yang dikenal dengan istilah Yaumul 'Asyuro, yaitu pada tanggal sepuluh bulan ini. Asyuro berasal dari kata Asyarah yang berarti sepuluh. Pada hari Asyuro ini, terdapat sebuah sunah yang diajarkan Rasulullah saw. kepada umatnya untuk melaksanakan satu bentuk ibadah dan ketundukan kepada Allah Ta'ala. Yaitu ibadah puasa, yang kita kenal dengan puasa Asyuro. Adapun hadis-hadis yang menjadi dasar ibadah puasa tersebut, diantaranya:

  1. Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah saw, bersabda: " Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya." (H.R. Bukhari dan Muslim)
  2. Ibnu Abbas ra berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah saw, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari 'Asyura dan bulan Ramadhan." (H.R. Bukhari dan Muslim)
  3. Ibnu Abbas ra berkata: Ketika Rasulullah saw. tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya: "Hari apa ini?. Mereka menjawab: "ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda: "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian" Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim)
  4. Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata: Ketika Rasulullah saw. berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata: "Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani". Maka Rasulullah pun bersabda:"Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan)." (H.R. Bukhari dan Muslim) Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas ra, Rasulullah saw. bersabda: "Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya."

Selain hadis-hadis yang menyebutkan tentang puasa di bulan ini, tidak ada ibadah khusus yang dianjurkan Rasulullah untuk dikerjakan di bulan Muharram ini. Bagaimana berpuasa di bulan Asyura? Para Ulama berdasarkan riwayat-riwayat yang ada menjelaskan :
  • Urutan pertama, dan ini yang paling sempurna adalah puasa tiga hari, yaitu puasa tanggal sepuluh ditambah sehari sebelum dan sesudahnya (9,10,11)
  • Urutan kedua, puasa tanggal 9 dan 10. Inilah yang disebutkan dalam banyak hadits
  • Urutan ketiga, puasa tanggal 10 saja.

Adapun puasa tanggal 9 dan 10, dinyatakan jelas dalam hadis yang shahih, pada akhir hidup beliau sudah merencanakan untuk puasa pada tanggal 9, hanya saja beliau meninggal sebelum melaksanakannya.

Beliau juga memerintahkan para shahabat untuk berpuasa pada tanggal 9 dan tanggal 10 agar berbeda dengan ibadah orang-orang Yahudi. Sedangkan puasa pada tanggal sepuluh saja, sebagian ulama memakruhkannya, meskipun pendapat ini tidak dikuatkan sebagian ulama yang lain.

Secara umum, hadits-hadis yang terkait dengan puasa Muharram menunjukkan anjuran Rasulullah saw untuk melakukan puasa, sekalipun itu hukumnya tidak wajib tetapi sunnah muakkadah, dan tetunya kita berusaha untuk menghidupkan sunnah yang telah banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

Sumber: http://madinatulilmi.com

Sabtu, 03 Desember 2011

Ngagetin Orang Berujung Bencana (Video)

Ketika iseng-iseng browsing video untuk tugas kuliah, saya tidak sengaja menemukan sebuah video dari situs penyedia video YouTube. Apa yang ditampilkan sungguh membuat saya terhenyak, terdiam, dan bahkan membuat aktivitas makan malam saya terganggu

Inti cerita dari video tersebut bercerita tentang sebuah rencana 2 orang muda-mudi yang mengagetkan teman mereka di rumahnya sendiri. Rencana mereka berhasil, "si korban" sangat kaget. Namun, reaksi yang ditunjukkan "si korban" sangat jauh dari perkiraan mereka.

Mengagetkan teman. Hal tersebut sering kita temui di sekitar kita, bahkan kita mungkin juga pernah melakukan itu. Siswa-siswa saya di sekolah juga sering melakukan itu, biasanya saat ada teman mereka yang ulang tahun. Bahkan, di TV banyak reality show bertajuk "ngerjai" atau "ngagetin" orang semacam Super Trap, Jebakan Betmen, Play Boy Kabel, hingga Ups! Salah... 

Memang, sejauh yang saya tahu, secara hukum tidak ada yang melarang orang "ngerjai" atau "ngagetin" orang lain. Namun selama dalam batas wajar sih gak masalah, namun jika berlebihan menjadi suatu hal yang berbahaya dan mungkin bisa berbuah kriminal seperti pada video ini.

Bagi kita umat muslim, bercanda dengan mengagetkan sesama muslim dinilai haram oleh Rasulullah SAW. Kalau tidak salah, saya pernah membaca hal tersebut di Sunan Abu-Dawud, yang berbunyi:

 لَايَحِلُّ لِمُسْلِمٍ اَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
"Tidak halal bagi seorang muslim mengagetkan atau menakut-nakuti saudara semuslim lainnya"

Nah, pembaca... Mulai saat ini marilah kita lebih berhati-hati dalam bercanda dan bergurau. Jangan sampai gurauan kita berujung bencana seperti pada video ini.

Penasaran? Bagi Anda yang ingin melihat videonya, silakan dilihat  di sini.

Peringatan saya: video ini tanpa rekayasa atau jebakan, dan mengandung adegan yang mungkin tidak nyaman untuk dilihat, jadi siapkan diri Anda sebelum menontonnya.

Wallahua'lam....